Sufi Music Meditasi - Allah Hu Allah



Hakikat Dzikir

Syeikh Abdul Qadir Al Jilany

Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. telah bersabda :
“Maukah kuceritakan kepadamu tentang amalmu terbaik dan paling bersih dalam pandangan Allah swt, serta orang yang tertinggi derajatnya di antaramu, yang lebih baik dari menyedekahkan emas dan perak serta memerangi musuh-musuhmu dan memotong leher mereka, dan mereka juga memotong lehermu?” Para sahabat bertanya, “Apakah itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Dzikir kepada Allah swt.” (H.r. Baihaqi). Hingga sampai  martabat-martabat dzikirmu.
Sang Nabi saw, bersabda :
“Yang paling utama aku ucapkan, aku dan ucapan para Nabi sebelumku adalah Laa Ilaaha Illallaah…”

Setiap maqom  dzikir ada kualifikasi martabat tertentu, baik  dzikir bersuara (jahr) maupun yang tersembunyi (khafy). Semula adalah dzikir Lisan, kemudian dzikir Jiwa (Nafs), kemudian dzikir Qalbu, lalu dzikir Ruh, lantas dzikir Sirr (rahasia ruh), kemudian dzikir rahasia (khafi), lalu dzikir paling rahasia (akhfal khafy).
Dzikir Lisan adalah dzikir, di mana dengan dzikir itu mengingatkan qalbu yang alpa pada dzikrullah Ta’ala.

Dzikir Jiwa (Nafs) adalah dzikir yang terdengar oleh huruf maupun suara, tetapi terdengar oleh rasa dan gerak-gerik dalam batin.
Dzikir Qalbu adalah aktifitas qalbu dengan segala apa yang tersembunyi di dalamnya dari pancaran Kemaha-agungan dan Kemaha-indahanNya.
Dzikir ruh, tersimpul pada penyaksian cahaya-cahaya Tajalli Sifat.

Dzikir Sirr, adalah fokusnyaketersingkapan rahasia-rahasia Ilahiyah.
Dzikir Khafy adalah menyelaraskan cahaya-cahaya Kemahaindahan Dzat Ahadiyah di posisi yang benar.
Sedangkan Dzikir Akhfal Khafy adalah memandang pada hakikat Haqqul Yaqin, dan tak ada yang tampak kecuali hanya Allah Ta’ala, sebagaimana firmanNya :
“Maka sesungguhnya Dia Maha Tahu yang rahasia dan yang lebih tersembunyi (Thaha : 7).

Inilah yang paling total dibanding setiap panji dzikir, dan lebih pangkal dari segala tujuan.
Perlu diketahui, di sana ada sisi Ruh lain yang lebih lembut disbanding ruh-ruh yang ada yang disebut dengan Thiflul Ma’aany, yaitu suatu kelembutan yang memotivasi seluruh orientasi menuju kepada Allah swt. Para Ulama Sufi menegaskan, “Ruh ini tidak bersemai pada setiap orang namun lebih bersemai pada kalangan khusus, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Allah mempertemukan ruh dari perintahNya pada orang yang dikehendaki dari kalangan hamba-hambaNya.” (Ghafir: 15)
Ruh tersebut yang berkelindan secara lazim dengan Alam Qudrat dan Musyahadah di alam hakikat, sehingga sama sekali tidak berpaling kepada selain Allah swt, seperti yang disabdakan oleh Rasulullah saw :
“Dunia itu haram bagi ahli akhirat, dan akhirat itu haram bagi ahli dunia, dan keduanya haram bagi Ahlullah.” (Ad-Daylamy)

Sedangkan jalan Wushul kepada Allah Ta’ala, melalui peneladanan jejak secara fisik di Jalan yang Lurus melalui hukum syariat, baik malam maupun siang. Sedangkan di satu sisi, harus melanggengkan dzikir kepada Allah Ta’ala, sebagai keharusan yang mesti dilakukan oleh para pencari, sebagaimana firmanNya:
“Yaitu orang-orang yang berdzikir kepada Allah baik ketika berdiri dan ketika duduk dan ketika tidur, dan bertafakkur…” (Ali Imron: 191)

Dimaksud dengan berdiri adalah dzikir di siang hari, dan makna “duduk” adalah dzikir di malam hari. Begitu pula ketika dalam tidur, dalam suasana tergenggam Ilahi, terhamparkan keleluasaan jiwanya, ketika sehat, sakit, kaya, miskin, mulia dan abadi, dan sebagainya.


Zikir : Obat Stress dan Depresi



Terapi.Dzikrullah.Org - Kehidupan manusia di alam modern ini manusia dilingkari dengan stress, yang dapat menimbulkan reaksi jiwa berupa kecemasan, stress dan bahkan mencapai depresi. Bentuk reaksi jiwa ini pertanda bahwa jiwa seseorang mengalami gangguan (labil), dan apabila berlangsung lama dapat menimbulkan penderitaan batin yang bisa berwujud berbagai bentuk psikosomatik dan neurosis. Kondisi ini akan berimbas pada redupnya motivasi hidup dan harapan kehidupan di masa depan.

Penderita (klien) tersebut alam pikiran maupun perasaan mengalami gangguan, ketidakstabilan, ketidaktenangan, bahkan goncangan sehingga dapat mengganggu fungsi-fungsi organ tubuh klien. 

Oleh karena itu, para ahli kesehatan badan dan jiwa serta psikoterapis seperti Dr. Leon J. Soul, Dr. Yulius Hamian, Dr. Abraham Mayerson mendasarkan pada praktik dan pengalaman sehari-harinya menyimpulkan bahwa “Biang keladi penderitaan tersebut di atas terpusat pada kondisi alam pikiran dan perasaan yang sedang labil negatif.” Lebih lanjut mereka menyatakan bahwa untuk melakukan penyembuhan tidak lain dengan menciptakan ketenangan, kedamaian, penetralisiran alam pikiran dan perasaannya terlebih dahulu. 

 Guna merealisasikan upaya psikoterapi ke arah itu, dapat menerapkan model terapi holistik sebagai berikut.
1. Psikoterapi Psikiatrik
Terapi ini lebih difokuskan pada usaha memulihkan rasa percaya diri klien serta memperkuat fungsi egonya.
2. Psikofarmaka
Terapi ini dilakukan dengan pemberian obat depresan, guna mengurangi atau menghilangkan gangguan yang bersifat efektif termasuk kecemasan dan depresi. Namun, pemberian obat depresan memiliki civil effect seperti kegelisahan, pusing, kejang otot, keringatan, suhu badan meningkat.
3. Relaksasi
Kegiatan ini dapat diaplikasikan kepada klien/pasien dalam rangka untuk membangun kesegaran jasmani dan ketenangan alam pikir dan perasaan klien. Aktivitas ini untuk mendukung percepatan pada stadium ambang normal kondisi lahir batin klien/penderita.
4. Terapi Perilaku
Terapi ini berguna untuk membangun sikap dan perilaku yang positif dengan cara membimbing, mengarahkan serta melatih dan memperbaiki sikap dan perilaku klien dengan mengikis sikap dan perilaku negatif sebelumnya.
5. Terapi Somatik
Praktik terapi ini dengan memberikan jenis obat-obatan (tugas dokter) yang ditujukan pada keluhan organ-organ pasien/klien sebagai manifestasi ganggguan mental berupa kecemasan ataupun depresi.
6. Psikoterapi Keagamaan (dengan Zikir)
Usaha psikoterapi dari sudut keagamaan dapat dianjurkan mengingat mayoritas pasien atau klien yang mengalami penderitaan batin akibat depresi adalah orang-orang Islam. Dalam al-Quran dan Hadis dan para pemikir Islam memberikan tuntutan bagaimana agar dalam mengarungi kehidupan ini bebas dari rasa cemas, tegang, konflik, stress maupun depresi, di antaranya dengan memperbanyak zikir dan doa kepada Allah sebagai Yang Maha Penyembuh.

Fatwa Majelis Perkembangan Kesehatan dan Syara’ Departemen Kesehatan RI tentang Sumpah Dokter dan Susila Kedokteran ditinjau dari sisi hukum Islam dalam kutipan Aulia menyatakan “Hendaklah dokter itu mempunyai pengetahuan tentang penyakit pikiran dan jiwa serta obatnya, itu adalah menjadi pokok yang utama dalam mengobati badan manusia. Di antara obat-obat yang sebaik-baiknya untuk suatu penyakit adalah berbuat amal kebajikan, berzikir, berdoa serta memohon dan mendekatkan diri kepada Allah dan bertaubat. Semua ini mempunyai pengaruh yang lebih besar daripada obat-obat biasa untuk menolak penyakit (penderitaan) dan mendatangkan kesembuhan. Tetapi, semua menurut kadar kesediaan penerimaan batin serta kepercayaannya akan obat kebatinan itu dan manfaatnya”.

a. Pandangan Ulama
Menurut ulama kondang Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Muhammad Shalih bahwa zikir itu adalah makanan pokok bagi hati dan ruh. Apabila hamba Allah gersang dari siraman zikir, maka jadilah ia bagai tubuh yang terhalang untuk memperoleh makanan pokoknya.

Pernyataan tersebut mengindikasikan betapa perlunya seorang mukmin selalu berzikir kepada Allah dalam kondisi apapun agar terpenuhi kebutuhan fundamentalnya sehingga hati dan ruh menjadi segar, sehat dan tenang. Selanjutnya juga dinyatakan bahwa “Zikir itu merupakan sesuatu yang diridhai oleh Allah, menjauhkan diri dari setan, mengikis kesedihan, kesusahan, mendatangkan rezeki, membuka pintu ma’rifah, merupakan tanaman surga, menghindarkan perkataan yang tergelincir, cermin ketaatan, menghidupkan jiwa dan mengobati lemah iman”.
Dengan demikian menurut Imam Husain Azhahiri bahwa “Seseorang di dalam mempertahankan kehidupannya harus memiliki tingkatan keimanan qolbi, seseorang yang memiliki keimanan qolbi akan senantiasa berzikir mengingat Allah dalam situasi apapun dan yakin hanya Allah-lah sebagai pelindung segala kehidupannya. Orang yang memiliki keimanan qolbi akan memiliki kekuatan untuk menghilangkan ketakutan, kesedihan, kecemasan, stress, depresi karena ruhnya tidak ada lagi rasa takut terhadap masa depannya”.

Dari pandangan para ulama tersebut menunjukkan bahwa kegiatan zikir dan doa tidak hanya berdampak pada pembangun akhirat saja, melainkan juga pada pembentukan kualitas umat lahir maupun batin selama menjalani tugas hidup dalam kehidupan ini.
b. Pandangan Para Ahli Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Mental
Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari menyatakan bahwa “Zikir dan Doa dari sudut pandang ilmu kedokteran jiwa atau kesehatan mental merupakan terapi psikiatrik, setingkat lebih tinggi daripada psikoterapi biasa. Hal ini dikarenakan zikir dan doa mengandung unsur spiritual keruhanian, keagamaan, yang dapat membangkitkan harapan dan percaya diri pada diri klien atau penderita, yang pada gilirannya kekebalan tubuh dan kekuatan psikis meningkat sehingga mempercepat proses penyembuhan”.
Dalam hal ini, tentu terapinya juga disertai dengan obat dan tindakan medis lainnya tanpa harus mengabaikannya. Dengan demikian, menunjukkan bahwa terapi medis disertai zikir dan doa merupakan pendekatan holistik di dunia kedokteran modern pada saat ini.

Taufiq Pasiak sebagai seorang ahli kedokteran dan agamawan juga menyatakan bahwa dalam makna sempit zikir dimaksudkan untuk menyebut nama Allah secara berulang-ulang. Bila kegiatan ini dilakukan secara serius, sangat efektif sebagai pereda ketegangan dan kecemasan.
Dr. Ralp Snyderman Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Duke menyatakan, bahwa dalam perawatan kesehatan, ilmu pengetahuan tanpa keruhanian, keimanan, keagamaan (zikir dan doa) tidaklah efektif, artinya terapi medis dan zikir serta doa mesti dilakukan bersama-sama.
Dalam hal ini D.B. Larson dalam kutipan Dadang Hawari menggaris-bawahi bahwa “Komitmen seseorang terhadap agamanya amat penting dalam pencegahan agar seseorang tidak jatuh sakit, meningkatkan kemampuan seseorang dalam mengatasi penderitaan bila seseorang sedang sakit serta mempercepat penyembuhan selain terapi medis yang diberikan”.
Dari penjelasan di atas menunjukkan bahwa dari sudut pandang kesehatan jiwa, doa dan zikir mengandung unsur Psikoterapeutik yang ampuh dan mendalam. Psikoreligius ini tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan psikoterapi psikiatrik karena ia mengandung kekuatan spiritual, keruhanian yang membangkitkan rasa percaya diri dan optimis mendalam bagi kesembuhan diri. Kedua hal inilah yang merupakan esensi bagi penyembuhan suatu penderitaan batin baik stress, kecemasan maupun depresi.

c. Hasil Penelitian
Suatu studi yang dilakukan Lin Deu Hal (1970) dan Star (1970) menunjukkan bahwa penduduk yang religius, taat beribadah, berdoa, dan zikir kemungkinan mengalami stress, kecemasan, depresi jauh lebih kecil dibandingkan yang non-religius.

Kemudian hasil penelitian Herbert Benson sebagaimana dikutip Taufiq Pasiak, “Menunjukkan bahwa kata-kata zikir itu dapat menjadi salah satu frasa fokus (kata-kata yang menjadi titik fokus perhatian) dalam proses penyembuhan diri klien dari kecemasan, ketakutan bahkan dari keluhan fisik seperti sakit kepala, nyeri dada dan hipertensi. Apalagi jika frasa fokus tersebut dikombinasikan dengan respon relaksasi dalam diri dapat menghambat kerja sistem syaraf simpatis yang mengatur kecepatan denyut jantung, pernapasan dan metabolisme individu (klien) yang berzikir”.

Cancerellano, Larson dan Wilson (1982) telah melakukan penelitian terhadap pasien/klien yang mengalami gangguan jiwa (neurosis, psikosomatik, psikosis) hasilnya menunjukkan bahwa setelah mereka diikutsertakan dalam kegiatan keagamaan seperti zikir dan doa di samping terapi medis, hasilnya ternyata jauh lebih baik.

Comstock dan kawan-kawan (1972) juga melakukan penelitian yang hasilnya menunjukkan bahwa, “Bagi mereka yang melakukan kegiatan keagamaan secara teratur disertai dengan zikir dan doa ternyata resiko kematian akibat penyakit jantung koroner, paru-paru, hepatitis, bunuh diri jauh lebih rendah.”

Pada tahun 1989 Larson dan kawan-kawan melakukan suatu penelitian khusus terhadap pasien/klien hipertensi, diperoleh kenyataan bahwa kelompok yang rajin melakukan kegiatan keagamaan seperti zikir dan doa dapat mencegah dan menetralisir hipertensi, begitu juga penelitian Levin dan Van Der Pool terhadap penderita penyakit jantung dan pembuluh darah hasilnya juga sama.

Hypnosis

What would people say about you, if you were able to
turn a smoker into a non-smoker... in just 17 minutes?

What would they be willing to pay you, if you could get them to change life-long patterns of overeating, in as little as 18 minutes?

How would you feel if you could help those you care about reduce their stress, overcome their phobias, or just be happier...
and what if you could do that for them in 20 minutes or less?


"Now You Can Have Fun, Help Others
and Make Money at the Same Time
as a Powerful Hypnotist..."


"I had never hypnotized anyone before in my life. But roughly an
hour into Jeff's class, when I said 'sleep,' this guy's body just went limp,
his head fell forward and practically landed in my lap. It was freaky!"

Pebisnis Yang Handal Dan Barokah

www.clubmetafisika.com Pelatihan S2 Beladiri Canggih


Saat Rasa aman adalah suatu yang berharga bagi masyarakat yang hidup di perkotaan alias kota metropolitan, mengingat makin banyaknya tindak kekerasan dan kejahatan berupa: pencurian, penjambretan dengan kekerasan, pemerkosaan, penodongan, pembunuhan, pelecehan seksual dll. Kejahatan tidak lagi pandang bulu siapapun bisa menjadi korban baik Tua-muda, bahkan anak-anak alias penculikan dan pencabulan anak dibawah umur. Banyaknya pendatang dengan modal ala kadar datang ke ibukota dan tak mampu bersaing hidup dan terpinggirkan menjadi potensi untuk hidup mencari jalan pintas dengan melakukan tindakan yang melanggar hukum demi sesuap nasi yang semakin hari sulit didapat, Dan ditambah banyaknya pengangguran makin lengkaplah gambaran potensi tindak kejahatan di ibukota yang kita cintai.
Apa pun penyebab orang untuk melakukan tindak kejahatan demi apa pun tetap merupakan tindakan melanggar hukum dan tidak dibenarkan oleh agama. Berdasarkan hal tersebut maka kita perlu melengkapi diri dengan kemampuan Beladiri agar mampu menangkal setiap kejahatan yang dialami oleh diri dan keluarga. Membela diri adalah kewajiban setiap orang untuk menjaga harkat dan martabat serta melindungi harta benda terhadap orang yang melakukan kejahatan. Segala bentuk kejahatan dan kekerasan serta kedzoliman harus ditangkal, sebab apabila dibiarkan akan merajela dan makin tambah berani dan nekat.
Namun kembali kepada kesadaran diri dari setiap anggota masyarakat untuk belajar dan melatih diri dengan metode beladiri yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, mengingat masyarakat sangat sibuk dalam upaya mencari nafkah sehingga tidak punya waktu untuk melatih diri metode Beladiri. Metode Beladiri dengan Energi Psychotronica adalah solusi tepat bagi masyarakat yang super sibuk, karena Metode ini hanya butuh waktu 8 jam saja. Hanya 8 jam setiap anggota masyarakat dapat menyerap dan mempraktekan ilmu bela diri dengan energi Psychotronica. Metode ini sangat mudah dipelajari bagi siapa pun, baik tua maupun muda serta pria atau wanita, Praktis dan Sifatnya permanen dengan Tanpa Jurus, Olah nafas, Amalan, Isian, magic dll, cukup dengan konsentrasi. Bebas SARA, Semua agama bisa ikut. Metode Beladiri Psychotronica memanfatkan kekuatan energi murni gelombang Tubuh dapat digunakan menangkal tindak kejahatan dan kekerasan baik jarak dekat dan jarak jauh. Sifat dari beladiri ini tanpa memukul ,melukai, membunuh atau menyakiti fisik atau hati, namun cukup dengan membatalkan niat jahat. Karena kejahatan sudah berkembang pesat maka perlu kiranya masyarakat memiliki kemampuan kecanggihan dari beladiri Psychotronica.
Konsep beladiri ini sangat berbeda dengan konsep beladiri yang ada, misalnya: mengandalkan kekebalan dengan isian, dilatih menghacurkan batu bata, besi, balok es, botol, pipa dragon, dll. Konsep beladiri Psychotronica membatlkan niat orang berbuat jahat, sehingga tidak dilatih kekuatan otot atau kekebalan badan. Maklum kadangkala banyak ilmu yang disimpangkan atau disalahgunakan oleh murid untuk berkelahi, tawuran, keroyokan untuk kepentingan dan kepuasan diri. Metode Beladiri Psychotronica tidak aktif untuk digunakan kejahatan, karena beladiri ini menggunakan Energi Metafisika Positif jadi proses transfer energi jarak jauh tidak dapat berfungsi bila dilandasi oleh sikap permusuhan dan dendam.
Metode ini cocok untuk semua orang mengingat canggih dan praktis yang dapat digunakan untuk melindungi diri dan keluarga dengan cukup mentrasfer Energi Metafisika Positif untuk membatalkan tindak kejahatan dan kekerasan yang dihadapinya, tanpa harus dibalas dengan kesadisan dan kekejaman pula. Kadangkala kita tidak menyadari bahwa musuh kita kita adalah syetan dan pikiran jahat manusia dimana kedua hal tersebut sifatnya metafisika negatif, maka perlu dilawan dengan energi metafisika positif yang akan mampu melenyapkan pengaruh syetan dan pikiran jahat yang mempengaruhi manusia untuk berbuat jahat. Kita sebagai manusia yang beradab dan beragama perlu memilah metode yang tepat dan efektif dalam melindungi diri dari segala bentuk tindak kejahatan. Jangan sampai kita menjadi beban atas ilmu yang kita pakai, bahkan mempunyai dampak atau efek samping mis: sulit meninggal dsb. Metode Beladiri Psychotronica telah terbukti manfaatnya, karena lebih dari 16.000 alumni Psychotronica yang telah memanfaatkannya untuk keamana diri dan keluarga. Kembali kepada Anda untuk membuktikan Sendiri.

Psychotronica untuk keamanan diri dan orang lain




Konsep beladiri ini sangat berbeda dengan konsep beladiri yang ada, misalnya: mengandalkan kekebalan dengan isian, dilatih menghacurkan batu bata, besi, balok es, botol, pipa dragon, dll. Konsep beladiri Psychotronica membatlkan niat orang berbuat jahat, sehingga tidak dilatih kekuatan otot atau kekebalan badan. Maklum kadangkala banyak ilmu yang disimpangkan atau disalahgunakan oleh murid untuk berkelahi, tawuran, keroyokan untuk kepentingan dan kepuasan diri. Metode Beladiri Psychotronica tidak aktif untuk digunakan kejahatan, karena beladiri ini menggunakan Energi Metafisika Positif jadi proses transfer energi jarak jauh tidak dapat berfungsi bila dilandasi oleh sikap permusuhan dan dendam.
Metode ini cocok untuk semua orang mengingat canggih dan praktis yang dapat digunakan untuk melindungi diri dan keluarga dengan cukup mentrasfer Energi Metafisika Positif untuk membatalkan tindak kejahatan dan kekerasan yang dihadapinya, tanpa harus dibalas dengan kesadisan dan kekejaman pula. Kadangkala kita tidak menyadari bahwa musuh kita kita adalah syetan dan pikiran jahat manusia dimana kedua hal tersebut sifatnya metafisika negatif, maka perlu dilawan dengan energi metafisika positif yang akan mampu melenyapkan pengaruh syetan dan pikiran jahat yang mempengaruhi manusia untuk berbuat jahat. Kita sebagai manusia yang beradab dan beragama perlu memilah metode yang tepat dan efektif dalam melindungi diri dari segala bentuk tindak kejahatan. Jangan sampai kita menjadi beban atas ilmu yang kita pakai, bahkan mempunyai dampak atau efek samping mis: sulit meninggal dsb. Metode Beladiri Psychotronica telah terbukti manfaatnya, karena lebih dari 16.000 alumni Psychotronica yang telah memanfaatkannya untuk keamana diri dan keluarga. Kembali kepada Anda untuk membuktikan Sendiri.tode Beladiri. Metode Beladiri dengan Energi Psychotronica adalah solusi tepat bagi masyarakat yang super sibuk, karena Metode ini hanya butuh waktu 8 jam saja. Hanya 8 jam setiap anggota masyarakat dapat menyerap dan mempraktekan ilmu bela diri dengan energi Psychotronica. Metode ini sangat mudah dipelajari bagi siapa pun, baik tua maupun muda serta pria atau wanita, Praktis dan Sifatnya permanen dengan Tanpa Jurus, Olah nafas, Amalan, Isian, magic dll, cukup dengan konsentrasi. Bebas SARA, Semua agama bisa ikut. Metode Beladiri Psychotronica memanfatkan kekuatan energi murni gelombang Tubuh dapat digunakan menangkal tindak kejahatan dan kekerasan baik jarak dekat dan jarak jauh. Sifat dari beladiri ini tanpa memukul ,melukai, membunuh atau menyakiti fisik atau hati, namun cukup dengan membatalkan niat jahat. Karena kejahatan sudah berkembang pesat maka perlu kiranya masyarakat memiliki kemampuan kecanggihan dari beladiri Psychotronica.

ISLAMIC MEDITATION EBOOK