Meditasi


Raja Yoga berarti raja dari segala yoga. Dalam raja yoga kita biasanya mulai dengan meditasi. Ada suatu filosofi besar yang mendasar di dalamnya. Orang mungkin bertanya mengapa perlu untuk memulai dengan meditasi pada tingkat pertama dari raja yoga. Jawabannya sangat sederhana dan mudah. Kita sekarang mengumpulkan diri kita pada satu titik sehingga pikiran kita masing-masing dapat meninggalkan kebiasaannya berkeliaran yang sudah lama terbentuk. Dengan praktek ini kita mengatur pikiran kita masing-masing pada jalan yang benar. Karena pikiran sekarang merubah bentuk kebiasaannya. Jika semua ini dilakukan pikiran-pikiran kita tentu saja tidak akan kesasar.

Di dalam sistim pelatihan Sahaj Marg kita memulai dari dhyan yaitu langkah ketujuh dari Patanjali Yoga. Tetapkan pikiran kita pada satu titik dengan tujuan untuk menjalankan meditasi. Langkah-langkah sebelumnya bukanlah dipelajari secara terpisah, tetapi secara otomatis masuk ke dalam praktek saat kita mulai dengan meditasi. Dengan demikian banyak waktu dan tenaga kita disimpan.



Meditasi mungkin didefinisikan sebagai memikirkan terus menerus atas sesuatu atau tentang sesuatu.

 Sedikit banyak, oleh karena itu siapapun yang memikirkan terus menerus atas sesuatu mungkin dapat dikatakan terlibat dengan suatu meditasi. Guru-guru kuno dua-duanya, di Timur dan di Barat diajarkan bahwa sebagai apa seseorang meditasi, dia akan menjadi seperti yang dimeditasikan. Oleh karena itu mengikuti pendapat bahwa pada apa yang kita meditasikan kita mendapat atau menjadi seperti demikian dan merupakan kebalikan dari formula ini, jika kita ingin menjadi sesuatu, kita harus meditasi terhadap keinginan tersebut dan tidak ada yang lainnya lagi. Oleh karena itu jika tujuan kita adalah mencapai kenyataan atau menginginkan hasil yang dicapai menjadi satu dengan yang Paling Besar, maka obyek dari meditasi haruslah yang Paling Besar tersebut dan tidak ada lainnya lagi.

           

Tempat untuk meditasi.

Milikilah suatu tempat khusus untuk meditasi, mempunyai sikap tubuh khusus, mempunyai waktu yang khusus. Ini menciptakan suatu lingkungan di dalam mana  begitu kita datang, secara otomatis kita masuk dalam suasana meditasi, suasana hati merenung sehingga tempat khusus tersebut yang kita sediakan untuk meditasi dapat kamu katakan sebagai sebuah ashram juga.



Sikap tubuh.

Duduk dalam sikap tubuh yang cocok untuk satu jam di pagi hari dengan cara yang paling alami. Sikap tubuh harus selalu sama. Alasannya adalah dengan cara ini dia mendapati dirinya sendiri dihubungkan dengan kekuatan yang besar sekali. Satu-satunya yang dia terima pada permulaan untuk mencapai tujuannya yang khusus. Jadi suatu keadaan dimana dia dihubungkan dengan yang NYATA menolong dia banyak sekali sebagai permulaan yang utama.

Posisi tulang punggung tegak lurus,leher dan kepala dalam satu garis tegak lurus selama meditasi telah diajarkan merupakan posisi yang paling menguntungkan sejak jaman dahulu kala. Karena aliran keagungan suci dipercaya turun langsung pada abhyasi dalam sikap tubuh demikian. Di dalam cara atau praktek kami, bagaimanapun ini tidak dituntut. Biasanya saya menganjurkan abhyasi untuk duduk sewajarnya dengan sikap tubuh yang enak. Selain itu bahkan mereka yang mengambil posisi benar-benar lurus, sering ditemukan memberikan jalan secara otomatis kepada seorang pemohon, perlaha-lahan posisinya jatuh ke depan, sebagai bentuk timbulnya suatu penyerapan kebahagiaan. Dengan begitu mungkin dianggap lebih alamiah bahkan untuk tujuan naik ke keadaan kesadaran yang lebih tinggi. Sebenarnya suatu perdebatan terhadap suatu hal yang termasuk lebih kecil artinya , nampaknya tidak ada hubungannya.



Waktu untuk meditasi.

Sebaiknya duduk saat subuh untuk meditasi atau juka itu tidak memungkinkan pada jam tertentu yang cocok dengan abhyasi. Jangan merasa terganggu dengan hal-hal di luar tetapi tetap sibuk dengan pekerjaan kamu sendiri, pikirkan bahwa mereka sedang menolong kamu untuk merasakan kebutuhan akan penyerapan yang lebih besar di dalam praktekmu. Baik untuk meditasi antara jam 2 dan jam 4 pagi karena itulah saat yang paling baik selam 24 jam.



Mengapa kita harus meditasi selama satu jam?

Pada permulaan ketika kita muali meditasi, mungkin kamu tidak mampu untuk benar-benar meditasi, bahkan untuk satu menit dalam waktu 1 jam tersebut. Dan lama kelamaan kita mampu meditasi, sungguh-sungguh meditasi untuk waktu yang lebih lama dan lebih lama dan lebih lama. Karena ketika kita mulai, banyak waktu terbuang untuk menyesuaikan diri kita dengan situasinya, mencoba untuk mengontrol atas pikiran-pikiran kita, menempatkannya pada obyek dari meditasi dan menyimpannya di sana.

Pertama-tama kita harus membuat tubuh enak, dan sangat sering kamu akan menemukan orang-orang tidak mampu melakukannya bahkan selam seluruh periode meditasi. Mereka menggeliat-geliat, berputar  dan mencoba untuk menemukan posisi yang menyenangkan. Setelah itu kita harus mulai menyusun kekauata pikiran dan perasaan.

Jadi bila kamu memikirkan baik-baik hal ini, kamu akan benar-benar menghargai bahwa untuk meditasi secara pantas memerlukan banyak sekali waktu. Dan hanya pada waktu kita mulai benar-benar meditasi perkembangan kita dimulai. Jadi itulah persoalan dengan meditasi, sementara meditasi menyediakan janji yang sangat banyak, semua ini tergantung pada kita. bagaimana kita melakukannya. Dan oleh karena itu Master berkata : “Meditasi setiap hari”. Karena dengan melakukan ini lagi dan lagi kita lambat laun menambah kemampuan kita untuk menerima perintah atas situasi yang ada.

Jadi meditasilah setiap hari dan dia telah menjelaskan itu harus dilakukan pada waktu yang sama, dalam tempat yang sama, karena dengan demikian pikiran secara otomatis menjadi terbiasa pada apa yang harus dikerjakan. Jadi meditasi sebaiknya dipraktekkan seperti yang diperintahkan dan dalam sikap yang sudah diatur. Karena dengan demikian kita secara otomatis masuk ke dalam keadaan meditasi pada waktu yang tepat. Kamu tahu, ketika sapi diperah pada saat yang tepat, susu tersebut mulai menetes secara otomatis. Lihat, inilah nilai dari suatu hidup secara teratur.



Dapatkah kita meditasi lebih dari satu jam untuk satu kali meditasi?

Kita tidak boleh. Kita harus melatih semacam kontrol yang dapat membedakan atas waktu meditasi kita. Dapat terjadi kadang-kadang kita meditasi lebih dari 1 jam. Tetapi jika terus terjadi maka mungkin kita harus menyimpan sebuah jam weker dan keluar dari persoalan tersebut. Karena di dalam Sahaj Marg terlalu banyak meditasi memberikan suatu tekanan pada otak - setiap satu kali sitting. Karena Babuji telah mengatakan kita dapat meditasi selam 1 jam untuk satu kali meditasi, beberapa kali dalam 1 hari, jika kamu mempunyai waktu, tetapi tidak lebih dari 1 jam setiap kalinya.

Ini sangat dimungkinkan untuk 1 jam sitting kelihatannya seperti baru lima menit berlalu dan untuk 5 menit sitting kelihatannya seperti sudah 1 jam. Tidak ada yang harus dilakukan dengan kwalitas dari transmisi. Ini hanya menunjukkan bahwa ada perubahan dalam pemahaman kita sementara ini seperti yang kita mengerti.



Mengapa kita harus menutup mata ketika kita meditasi ?

Ketika kita membuka mata, kita melihat dunia luar. Ketika kita menutup mata, kita dapat mengalihkan perhatian pada keadaan di dalam diri kita sendiri. Oleh karena itu dalam meditasi kita harus selalu menutup mata kita.



Apa tujuan meditasi ?

Meditasi adalah suatu proses. Ini adalah suatu proses dimana kita menjalankannya guna mencapai sebuah tujuan yang ingin dicapai, yaitu suatu tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya atau sudah dikodratkan. Saya tidak mengatakan : “Baik, kereta api sedang berjalan, biarkan saya pergi kemanapun kereta api itu pergi. Saya akan berhenti di Howrah daripada di Vijayawada, dan itupun saya akan turun hanya karena kereta api sudah tiba pada sebuah persimpangan atau pada sebuah ujung yang penghabisan. Meditasi adalah sebuah pelatihan yang menggunakan pikiran untuk tujuan mengatur pikiran dengan usaha kita. Jika pikiran kita dapat secara otomatis mengatur sendiri, mengapa kita harus meditasi ? Kita sudah menjadi orang suci (Rishis) ! Seperti yang Babuji katakan, seluruh tujuan meditasi adalah untuk mengadakan pemutaran dari kenyataan hidup ini bahwa pikiran adalah master/tuan kita. Kita harus menjadi tuan atas pikiran kita. Hanya sebatas ini, kita hanya membalikkannya saja. Kamu tahu, tetapi inipun kita harus mengerjakannya. Hal ini seperti menunggang kuda. Kamu harus naik kuda itu dan melatihnya. Kamu tidak dapat menunjukkan sebuah buku dan berkata : “Ijinkanlah saya naik ke punggungmu dengan layak. Kamu pasti seekor kuda yang baik !”. Kamu harus naik, kamu harus menanggung resiko dilempar beberapa kali. Kamu harus menunggangnya dengan lemah lembut/ hati-hati tetapi dengan kontrol penuh terhadap kekuatannya. Kamu harus manis tetapi juga kamu harus tegas.

Pikiran harus diatur dengan sadhana kita dan ini dapat dimungkinkan hanya dengan disiplin awal yang digunakan untuk meditasi. Ini berarti bahwa sedikit kedisiplinan adalah hal pertama yang dibutuhkan untuk menghasilkan disiplin yang lebih besar dan yang paling besar. Jadi adanya sedikit kedisiplinan ini lah yang kita butuhkan, pertama secara fisik bahwa sedikit kedisiplinan digunakan untuk meditasi dulu. Secara mental sedikit kedisiplinan digunakan untuk mencoba meditasi terhadap apa yang harus kita meditasikan. Dengan cara demikian tercapai yang lebih besar dan lebih besar lagi pengontrolan yang teratur atas pikiran kita; yang membawa kepada disiplin fisik yang lebih besar dan lebih besar lagi sebagai hasil daripadanya. Karena pikiranlah yang memberi input ke dalam tubuh atas perbuatan-perbuatan, keinginan-keinginannya. Oleh karena itu meditasi adalah aktivitas yang paling penting, kalau kita intin membuat disiplin diri kita sendiri. Karena pada awalnya hal ini akan memungkinkan terjadinya disiplin mental, kemudian hal ini akan memungkinkan terjadinya disiplin fisik, mengatur kehidupan kita, memberi ketentraman di dalamnya, menghasilkan disiplin mental yang lebih besar dan lebih besar, menghasilkan dukungan terhadap dirimu sendiri, semacam perputaran yang menopang diri kita untuk membuat tujuan kita dapat dicapai. Oleh karena itu tanpa sedikit kedisiplinan tujuan tidak dapat dicapai. Jadi suatu tujuan memungkinkan untuk dicapai selama kita mempunyai kedisiplinan di dalam diri kita.

Jika tidak ada disiplin mental, disiplin fisik tidak dapat terjadi. Itulah mengapa kita meditasi. Untuk memperoleh pengaturan terhadap pikiran, membuatnya menjadi disiplin, membuatnya memungkinkan bagi kita untuk menggunakan pikiran kemanapun kita memilihnya, menggunakan pikiran, tidak menggunakan pikiran, menggunakan pikiran - dengan demikian mencapai 100 % kekuatan pikiran, sehingga memungkinkan apa yang sudah dijanjikan dari suatu yoga yaitu yogi (orang yang melakukan yoga) akan menjadi mahir dalam apapun yang dia kerjakan.



Mengapa kita tidak meditasi pada titik-titik lainnya ?

Titik di antara kedua alis. Pada titik ini ada sebuah plexus (pusat tenaga) terletak yang bertanggung jawab untuk mendistribusikan kekuatan melalui sistem, kekuatan kehidupan - shakti, itulah yang kita sebut dalam bahasa sansekerta. Ketika seseorang meditasi pada titik ini, orang akan mempunyai kemampuan atau orang akan mencapai kemampuan untuk mengontrol shaktinya saja. Alasan yang sama berlaku untuk meditasi pada titik di hidung. Kita sudah diberitahu, di sini kamu akan memperolah kekuatan ekstra tertentu yang berbeda, misalnya kemampuan untuk melihat sesuatu yang kamu tidak dapat lihat dengan mata, mencium sesuatu yang kamu tidak dapat cium dengan hidung.

Dalam Sahaj Marg kekuatan tidak dapat melakukan apa-apa terhadap kenaikan spiritual. Kenyataannya seseorang berkembang kepada Yang Tertinggi dan suatu hari seseorang keluar dari tubuhnya masuk ke alam baka. Semua kekuatan, semua hal-hal lain yang sudah dicapainya, ditinggalkan dibelakang sini. Jadi apa yang orang lakukan dengan kekuatan ? Kekuatan adalah sesuatu yang orang pergunakan selama ia berada di dunia sementara, kehidupan sementara dan semua ini bisa semakin merosot.



Mengapa kita tidak meditasi pada obyek dan bentuk-bentuk lainnya ?

Bagaimana saya meditasi pada yang suci ? Master saya berkata, “Selama kamu meditasi pada bentuk yang terbatas, nama yang terbatas, berarti di sana ada pembatasan. Ketika kamu menyebut Shiva, dia hanyalah seorang Shiva, mungkin dengan senjatanya yang bermata tiga, dan ini, dan itu dan ular yang melingkar di leher. Ketika kamu menyebut Wisnu, dia hanyalah seorang Wisnu”. Jadi Master saya berkata, “Berjalanlah melebihi bentuk-bentuk ini, mereka hanyalah petugas-petugas alam. Yang satu adalah dewa pencipta, yang satu dewa pemelihara, yang satu dewa perusak. Mereka hanyalah petugas-petugas. Prinsip yang utama adalah apa yang kamu sebut PARA yaitu tidak mempunyai nama, tidak berbentuk, tidak mempunyai lambang-lambang. Dia tidak berbentuk, jadi dalam sistem kita tidak mempunyai bentuk. Dia tidak bernama, jadi kita tidak mempunyai sebuah mantera.

Jika kita mencoba untuk meditasi dengan 2 sistem atau 2 guru atau 2 hal yang berbeda yang sedang berperang di dalam pikiran kita, bahkan walaupun yang satu itu baik, kita sesungguhnya sedang menghancurkan diri kita sendiri. Oleh karena itu ingat-ingatlah kembali. Meditasilah hanya menurut sistem, apapun sistem yang kamu pakai. Jika kamu ingin mengikuti meditasi cara Sahaj Marg, kamu harus melakukannya secara lengkap, seluruhnya, mengesampingkan yang lain-lainnya. Kita tidak dapat mempunyai 2 Tuhan, kita tidak dapat mempunyai 2 metode, kita tidak dapat mempunyai 2 arus yang mengalir bersamaan di dalam pikiran. Ini seperti mencoba menciptakan daging dari sayur-sayuran . Hal ini tidaklah mungkin.

Mengapa kita meditasi pada hati ?

1. Hati adalah tempat duduknya Tuhan. Jadi ketika kamu ingin mendekati Tuhan melalui sistem yang ada pada kamu, kamu mendekatinya dengan merasakan kehadiran Dia di dalam hatimu. Tuhan berkata di dalam Gita : “Saya ada di dalam hati setiap mahluk hidup ciptaan Tuhan”.



2. Hati adalah tempat dimana kehidupan manusia, karakter manusia di tentukan.

3. Hati adalah yang menguasai hidup, di dalam sanalah jika ada hati, kita hidup. Jika hati berhenti bekerja, kitapun berhenti untuk hidup.



4. Hati adalah tempat dimana sirkulasi darah dimulai dan berhenti. Kamu tahu darah adalah unsur pokok yang paling penting bagi sistem manusia. Karena darahlah yang membawa zat makanan kepada setiap bagian tubuh, membawa kembali produk-produk sisa dari kehidupan, mengalirkannya ke dalam paru-paru, menjernihkan dan kemudian mengalirkan kembali kepada seluruh bagian melalui sistem tubuh.



Jadi hati dan darah merupakan bagian atau komponen yang sangat penting dalam kehidupan kita dan jika pembersihan dilaksanakan di sini, ini sudah mencakup seluruh sistem yang ada. Dan oleh karenanya kita membersihkan hati, menanamkan cinta ke dalam hati, inilah yang kita coba untuk lakukan di dalam Sahaj Marg. Dalam banyak hal kita mencoba membuat resapan dari penggunaan kekuatan yang unik, kekuatan atas cinta, kekuatan atas hasil karya spiritual Master masuk ke dalam hati, dari tempat ini kemudian menyebar melalui seluruh sistem.

 Master menempatkan dirinya sendiri, benihnya ke dalam hati dan oleh karena itu jika kita menerima biji tersebut dengan cara yang kita harus menerimanya, keajaiban terjadi bahwa masing-masing dari kita menjadi anak Master dalam segala hal yang diperlukan oleh seorang anak.

Kita harus melunakan hati kita, buat batu karang tersebut menjadi cair kembali, lembut. Apa tanda pertama dari kelunakan ini telah datang dalam dirimu ? Airmata ! Orang-orang meditasi dan mereka mulai menangis tanpa mereka mengetahui mengapa airmata keluar dari matanya. Inilah tanda pertama bahwa hati telah mulai mencair. Saat kekerasan hati yang seperti karang ini telah hilang dan hati sudah menjadi lunak dan lembut, Master membentuknya menjadi seperti apa yang Dia inginkan.

Sahaj Marg berhubungan dengan hati, Sahaj Marg bekerja pada hati, Sahaj Marg bekerja dengan hati. Kita mengirimkan sesuatu dari hati ke hati. Hatilah yang kita ubah. Apalah artinya manusia selain hatinya ? Disitulah bagaimana manusia digambarkan - murah hati, baik hati, berhati iblis, berhati keji, berhati dingin dan sebagainya. Inilah bagaimana kita menggambarkan manusia.

Hari ini kita tidak mengerti diri kita, bagaimana kita dapat mengerti orang lain ? Orang yang mengerti dirinya sendiri dapat mengerti setiap orang. Orang yang tidak mengerti dirinya sendiri, tidak dapat mengerti apapun. Bagaimana untuk memperoleh pengertian ini ? Duduk dan meditasi. Pusatkan perhatianmu pada hati dan kemudian lihatlah dalam dirimu keindahan yang sangat besar, misteri yang sangat bagus ada di sana.


Pikiran diubah sebagai hati.

Dengan meditasi saya membersihkan alat pemahaman saya yaitu pikiran. Seperti Babuji katakan: “Alat yang pokok”. “Untuk kehancuran kamu dan untuk kebangkitan kamu”. Tidak ada yang dapat sepenuhnya menghancurkan kamu seperti yang dilakukan oleh pikiran jika kamu berpikir salah, tidak ada yang dapat membantu mengangkat kamu kepada Tuhan seperti yang dapat dilakukan oleh pikiranmu. Oleh karena itu dalam teknik raja yoga, pikiranlah yang kita gunakan, pikiranlah yang kita jadikan tuan, pikiranlah yang kita pakai. Tetapi setelah melakukan itu, keseluruhannya dipindahkan ke hati. Seperti yang kita sebut dalam istilah kejiwaan yoga : sekarang hati menjadi pikiran. Kita berpikir dengan hati, kita melihat dengan hati, kita mendengar dengan hati, kita berbicara dengan hati, hati sudah menjadi diri saya. Kamu lihat, inilah keajaiban spirituality, bahwa kita membuat seluruh kehidupan dengan mengatur pikiran, dengan memperoleh kontrol yang luar biasa atau pengaturan pikiran. Sekarang kita mampu mengenal kebijaksanaan memiliki, untuk memindahkan seluruh kesadaran, alat-alat yang berhubungan dengan pengertian ke dalam hati. Kemudian dimulailah spirituality yang sesungguhnya.



Meditasi adalah menunggu.

Kosongkan pikiranmu. Bersihkan semua isinya - yang baik, yang buruk, yang diinginkan, yang tidak menyenangkan - semuanya. Buka pintu. Sabar. Tunggu. Samskara terlalu banyak di dalam dirimu. Jangan khawatir dengannya. Kamu berhenti menciptakan samskara. Saya akan melepaskan apa yang ada di dalam kamu dan membuat kamu siap seperti kendaraan sebagaimana apa yang harus dimasukkan ke dalam kamu untuk muncul dan menempati posisi yang tepat yaitu di hatimu.

Bersihkan hatimu, sucikan, buat segalanya siap sedia dan tunggu pemunculan Master. Menunggu berarti sungguh-sungguh membiarkan sebuah proses berlangsung secara lengkap.  Kamu memulai suatu proses dan kemudian menunggu. Kamu memasukkan kentang ke dalam panci, meletakannya di atas api dan kemudian menunggu. Menunggu menyatakan sebuah pengertian terhadap banyak hal. Seseorang yang dapat menunggu adalah orang yang mempunyai kepercayaan dan oleh karenanya dia mempunyai kesabaran untuk menunggu. Dia mempunyai kepercayaan karena dia tahu bahwa apa yang sudah dimulai harus berakhir. Tidak dapat berhenti. Oleh karena itu unsur kepercayaan masuk. Kepercayaan adalah apa yang ada di belakang kemampuan untuk menunggu. Kepercayaan dapat memindahkan gunung. Ketika saya mempunyai kepercayaan di dalam DIA, kekuatan Dia harus mengalir ke dalam saya. Hal ini seperti jika ada ruang kosong, maka kekuatan DIA akan ditarik menuju saya.

Menunggu tidak ada batasnya. Oleh karenanya menunggu menanggung atau mengambil bagian atas karakter yang tidak terbatas. Mengingat melakukannya berarti menghabiskan waktu dalam bagian-bagian kecil, bagian-bagian yang berbeda yaitu apa yang kita sebut detik, menit, jam. Jadi lebih jauh dikatakan orang yang menunggu adalah yang mampu berada di dalam ketidak terbatasan. Oleh karena itu Master adalh seorang yang dapat selalu menunggu.

Jadi kemampuna untuk menunggu menunjukkan kesabaran dan kepercayaan, kemampuan menunggu untuk jangka waktu panjang menunjukkan kepercayaan yang lebih besar dan lebih besar. Kemampuan untuk menunggu secara tidak terbatas menunjukkan kepercayaan yang tidak terbatas. Jadi inilah kapasitas yang harus kita kembangkan. Mohon dimengerti bahwa hidup adalah menunggu. Jika kita salah melakukan aktivitas hidup, maka kita lebih bodoh daripada binatang. Menunggu adalah perintah. Memperolehnya bukanlah tanggung jawabmu. Ketika kita menuggu - DIA memberi.

Kita benar-benar membuat sesuatu terjadi tanpa melakukan apapun. Saya tidak memanggil Tuhan untuk masuk ke dalam diri saya. DIA memang sudah berada di sana. Saya bahkan tidak harus membersihkan diri saya. Preceptor dan Master yang akan melakukannya. Saya hanya harus menyerahkan diri saya dengan sabar. Saya harus mau menerima. Satu-satunya cara untuk membuat sesuatu terjadi tanpa melakukan apa-apa adalah dengan meditasi.



Obyek dan metode meditasi.

Dalam sistem kami, abhyasi dianjurkan untuk meditasi pada hati, pikirkan bahwa cahaya Tuhan ada di sana. Tetapi abhyasi diarahkan untuk tidak melihat cahaya dalam bentuk apapun, misalnya seperti sebuah bola lampu atau sebuah lilin dan sebagainya. Dalam hal ini cahaya yang muncul di sana tidak akan nyata. Tetapi orang menggambarkan dengan spekulasi kreativitasnya sendiri. Seorang abhyasi dianjurkan untuk mulai dengan pengandaikan cahaya belaka dengan anggapan Tuhan ada di dasarnya. Apa yang terjadi kemudian adalah kita meditasi terhadap sesuatu yang paling halus yang harus kita peroleh.

Metode meditasi pada hati adalah untuk memikirkan cahaya Tuhan ada di dalam sana. Ketika kamu mulai meditasi dengan cara ini, harap pikirkan bahwa hanya cahaya Tuhan yang ada di dalam sana yang menarik kamu. Jangan hiraukan jika pikiran-pikiran dari luar sering membayangimu selama meditasi. Biarkan mereka datang tetapi terus saja lakukan pekerjaan kamu sendiri. Perlakukan pikiran-pikiran dan gambaran-gambaran itu sebagai tamu yang tidak diundang. Bila walaupun demikian pikrian tersebut masih mengganggu kamu, pikirkanlah bahwa itu adalah pikiran Master, bukan pikiran kamu. Proses meditasi ini sangat efektif dan tidak akan pernah gagal dalam memberikan hasil yang diinginkan.

Kamu hanya harus meditasi. Kamu tidak harus berjuang dengan pikiran-pikiranmu yang biasanya datang selama meditasi. Konsentrasi adalah sebuah hasil yang otomatis dan alami dari suatu meditasi. Mereka yang bersikeras untuk konsentrasi ketika meditasi dan memaksakan untuk melakukannya, biasanya akan menemukan kegagalan. Meditasi terhadap cahaya di dalam hati seperti cahaya Tuhan sendiri yang hadir di dalam hati. Pikirkanlah tentang DIA lagi dan lagi. Pikirkanlah DIA sampai kamu dapat memikirkan DIA terus menerus karena sebagai apa kamu berpikir, kamu akan menjadi seperti yang kamu pikirkan. Dalam sistem ini meditasi hanya pada Yang Tertinggi dan abstrak, karena meditasi pada obyek yang lebih kecil hanya dapat membawa pada prestasi atau pencapaian yang lebih kecil, mengecewakan tujuan yang telah ditentukan.

Master saya mengakui bahwa Yang Paling Tinggi dan abstrak sebagai sebuah obyek meditasi adalah sangat sulit bagi seorang pemula. Oleh karena itu dia menentukan cahaya sebagai obyek pertama, metodenya menjadi membayangkan bahwa hati diterangi dari dalam dengan kehadiran Tuhan yang bertempat tinggal di dalam. Saya harus menekankan bahwa ini hanyalah permulaan dan sebenarnya kita dianjurkan untuk tidak meditasi pada cahaya seperti sebuah sumber cahaya, karena akan menghasilkan hasil yang salah. Hal ini seperti papan menyelam di kolam renang, dimana papan tersebut memungkinkan penyelam untuk memperoleh cukup momentum untuk berangkat dan setelah penyelam berangkat, papan tersebut tidak mempunyai kegunaan lebih banyak lagi buat penyelam.

  

Apa yang kamu alami dalam meditasi ?

Meditasi dapat didefinisikan sebagai suatu aktivitas yang mengakibatkan hubungan erat beberapa orang dengan Tuhan. Kita meditasi pada yang abstrak, tidak berbentuk, tidak bernama. Karena Yang Tertinggi tidak mempunyai bentuk dan tidak mempunyai nama, tidak juga mempunyai kwalitas atau lambang-lambang. Oleh karena itu satu ajaran yang penting dari Master saya adalah Tuhan hanya bisa dirasakan dengan kehadirannya. Dan kehadirannya tersebut yang kita coba untuk rasakan selama meditasi. Dan dikatakan, saat kita meditasi dengan mata tertutup, kita mampu menyerap lebih dan lebih banyak intisari dari Tuhan yang kita cita-citakan dan menaikkan diri kita perlahan-lahan sampai saatnya tiba, dengan keagunganNya dan berkatNya kita hampir serupa dengan DIA.

Cahaya di dalam hati adalah konsep yang paling abstrak yang dapat kamu terima. Tidak mempunyai bentuk, tidak mempunyai bahan-bahan, tidak mempunyai berat. Jadi itulah sebagai titik permulaan, setelah meditasi kita berlangsung khusuk dan lebih khusuk, akan mengungkapkan kepada kita dari dalam diri kita sendiri, dengan keagungan Tuhan dan dengan usaha kita, bahwa ini adalah kesatuan dari 2 hal - siapa itu Tuhan atau apa kekayaan Tuhan yang sebenarnya. Dan pasti ada saatnya, ketika suatu hari kita dapat berkata : “Saya mempunyai suatu persangkaan tentang apakah semua itu, bukan karena saya pernah melihatnya atau merabanya tetapi karena saya sudah merasakannya.

Ini adalah pengalaman yang paling sukar dipahami dari semua peristiwa, bahwa saya merasa suci, karena saya adalah kesucian. Jadi Tuhan tidak dapat menjadi obyek dari pengetahuan, tidak dapat menjadi obyek dari penglihatan, tidak dapat diungkapkan dengan penglihatan. Tetapi seperti yang Master saya katakan, ketika kita meditasi dan meditasi tersebut benar dan sukses seperti yang seharusnya, kita lambat laun mengambil apapun yang dapat kita ambil dari sumber keTuhanan, dengan lambat laun menyucikan diri kita sendiri, malahan belum sampai taraf apa-apa orang itu dapat berkata, “Saya adalah Tuhan”. Kamu mungkin seperti Tuhan dalam setiap hal, dalam setiap kwalitas, dalam setiap apapun yang dapat kamu khayalkan. Namun Tuhan adalah Tuhan dan kamu tetap menjadi pengikut yang sederhana - tidak ragu-ragu akan disucikan ke tingkat tertinggi yang memungkinkan - namun demikian, “Dia adalah Dia, saya adalah saya !”.

Selalu coba untuk siap siaga terhadap apa yang terjadi dan sensitivitas akan berkembang. Banyak orang meditasi. Tetapi maaf saya harus katakan bahwa dari mereka tidak tahu apa yang sedang berlangsung dalam sistem selama meditasi. Karena mereka tidak memperhatikan untuk apa  ini terjadi. Seseorang harus siap siaga untuk sebuah transmisi dan tindakannya menurut sistem. Baru kesenangan atas meditasi yang sesungguhnya dimulai. Apakah seseorang mempunyai pengalaman atau tidak, transmisi akan bekerja dan melengkapi tugasnya. Tetapi kegembiraan yang sesungguhnya datang saat kita mengetahui apa yang telah kita peroleh.



Apakah biasa untuk merasa sakit kepala, marah, rasa mengantuk yang hebat segera setelah meditasi ?

Ini tidak biasa, tetapi ini kadang-kadang dapat terjadi. Dapat saja terjadi perasaan mengantuk jika kamu merasa khusuk sekali di dalam meditasi. Ketika kamu merasa khusuk di dalam meditasi kehidupan dari jiwa kita mengambil alih. Dan jadi kita ingin menjadi tidak aktif dan oleh karenanya kita ingin berbaring dan tidur dan sesuatu terjadi seperti demikian.

Saya juga selama beberapa tahun merasakan sakit kepala yang hebat setelah meditasi. Makin khusuk meditasinya, semakin kuat sakit kepalanya. Kalau sakit kepala datang, kita membetah-betahkan atau menahan saja. Kemarahan juga kadang-kadang datang karena alasan yang sama seperti ras mengantuk atau kelesuan. Karena menuruti meditasi yang baik, kita berharap untuk santai dan tenang, dan ketika teman kita, saudara-saudara datang dan mengganggu kita, kita merasa jengkel. Semua ini dalam beberapa hal berhubungan dengan alasan yang sama. Tetapi kita tidak harus peduli dengan hal tersebut.



Cara untuk meditasi

Ada 3 cara meditasi. Pertama, kita duduk sebagai abhyasi dan meditasi pada cahaya di dalam hati. Kedua adalah tingkatan yang lebih tinggi ketika kita berpikir, saya maksud ketika kita duduk dalam meditasi dan meditasi pada bentuk Master, di dalam hati. Tahap ketiga adalah ketika Master mulai meditasi pada abhyasi. Dan ini kejadian yang sangat jarang terjadi. Kamu lihat seorang seperti itu harus dilahirkan dan Master sungguh diberkati ketika dia memperoleh seorang murid pada siapa Master harus meditasi !



Dapatkah saya meditasi pada bentuk Master ?

Meditasi pada bentuk Master dianggap untuk dimulai hanya jika bentuk tersebut muncul secara spontan di hadapan kita dan itupun harus secara alami. Jika kamu mencoba memaksakan bentuk tersebut pada dirimu sendiri untuk meditasi, ini tidaklah alami. Tentu saja Babuji memulai meditasi pada bentuk Masternya sejak hari pertama. Untuk yang lainnya seperti kita, kita harus menunggu sampai kesetiaan kita kepada Master begitu besar, cinta kita kepada Dia begitu besar, baru saat itu ketika kita mencari cahaya di dalam hati, kita melihat Dia di sana.

Yang kedua adalah saat suatu bentuk muncul, kita harus meditasi pada seluruh bentuk, bukan hanya pada wajahnya. Harus dari kaki sampai  ke ujung kepala, semuanya harus ada di sana. Sekarang ketika hal tersebut dibuat-buat, dan orang mengambil bentuk Master untuk meditasi, mereka hanya mengambil wajahnya saja. Untuk Master, Babuji, hal tersebut mungkin terjadi, karena saat Babuji melihat Masternya, Babuji mengembangkan 100 % kesetiaan untuk Dia. Oleh karena itu Dia dapat mulai meditasi pada bentuk Masternya. Hal ini tidak berlaku untuk kita semua. Ada tahap ketiga. Dan itu ketika bentuk tersebut juga menghilang dari hati. Dan saya pikir kita sampai pada tingkatan yang Master sebut cahaya tanpa kilauan. Jadi kita mempunyai tingkat pertama yaitu cahaya di dalam hati, ketika seseorang kadang-kadang melihat cahaya itu sendiri sebagai sesuatu yang berkilauan. Setelah kita maju, menjadi cahaya yang tanpa ciri-ciri apapun, hanya pikiran bahwa cahaya ada di sana.

Jadi pada tingkat pertama kita mempunyai semacam pengilangan dari cahaya yang lebih kotor menjadi cahaya yang halus sekali. Baru pikiran atas kesetiaan, membawa Master masuk ke dalam hati. Dan kebanyakan jika tidak semua abhyasi, hal ini berhenti sampai di situ. Maksud saya, pikiran tentang Master di dalam hati, kehadiran Master berlangsung terus menerus, kamu lihatlah.

Tingkat ketiga, ketika bentuk juga menghilang, tidak ada apa-apa di dalam hati, tidak ada cahaya, tidak ada bentuk, tidak ada apa-apa. Saya pikir itulah yang paling sulit dan kondisi yang sangat jarang. Ini juga sangat sulit karena harus meditasi pada yang tidak ada apa-apanya atau tidak apa-apa sama sekali hampir tidak mungkin. Kesulitan lain adalah kita menjadi terikat dalam cara yang emosional kepada bentuk dari Master dan kita tidak bersedia untuk melepaskannya. Saya pikir tingkat ketiga hanya memungkinkan saat kita dapat mencintai Master tanpa mencintai bentuk dirinya. Saya akan menganjurkan bahwa syarat dari semua cinta, bahwa cinta atas bentuknya dipindahkan menjadi cinta pada intisarinya yang tidak mempunyai bentuk.



Apa yang akan kita peroleh dengan meditasi ?

Langkah pertama daru Yoga Sahaj Marg adalah, “Coba untuk membawa semua pikiran menjadi satu sorotan yang padat dan memfokuskan padanya. Dan aktivitas meditasi diduga akan diperoleh di sini. Kita mencoba untuk meditasi pada satu obyek, dan menahan pikiran di sana dengan suatu usaha atas kemauan/hasrat. Dengan demikia menguatkan pikiran dengan menggunakan kemauan. Dan pengulangan pemakaian kemauan, menguatkan kemauan tersebut kepada hasil yang lebih besar. Dan ketika kita sudah mampu mencapai ini, kita mempunyai sebuah pikiran yang telah mempunyai sebuah sorotan padat terfokus di belakangnya, dan kemudian menjadi alat dari pembukaan rahasia dalam banyak hal pada apapun yang kamu pergunakan akan membuka sendiri.

Dengan memasterkan kemampuan untuk berpikir terus menerus atas sesuatu, saya memperoleh pengaturanyang teratur terhadap pikiran saya sendiri. Sekarang saya mempunyai kemungkinan untuk menggunakan pikiran kemanapun saya pilih. Ini mampu menyatakan kepada saya kebenaran dari apapun yang saya cari. Jadi pada puncaknya meditasi tidak dapat melakukan apa-apa tetapi dijalankan sebagai alat untuk pembukaan rahasia. Karena pikiran disempurnakan, pikiran diatur dan pikiran menjadi satu titik dan sekarang saya dapat menggunakan untuk segalanya. Kecuali untuk mengetahui Tuhan, karena Tuhan bukanlah sebuah obyek, tidak dapat menjadi obyek dari konsentrasi. Oleh karena itu tidak ada konsentrasi dapat pernah mengungkapkan kehadiran Tuhan. Konsentrasi tidak dapat melakukan apa-apa tetapi menampakkan yang mana yang dalam warna sebenarnya.

Dalam meditasi kita masuk menuju pusat, melihat ke dalam hati. Untuk membuat ini mungkin, kita katakan, “Bayangkan cahaya suci,” kehadiran cahaya ada di sana. Ini hanya pengandaian belaka. Karena ini sesuatu pada apa untuk memfokuskan perhatian saya dan melatih pikiran saya untuk melihat ke dalamnya. Dan ketika saya sudah melatih pikiran saya untuk melihat ke dalam, ini dapat terjun ke dalam keabadian tanpa mencari sebuah obyek. Karena di sana tidak ada obyek. Pusat bukanlah sebuah tempat. Itu bukanlah apa-apa. Itu bukanlah sebuah lokasi dalam rauangan atau dalam waktu. Jadi bagaimana untuk mencarinya ? Bagaimana untuk menunggunya ? Bagaimana untuk memintanya? Kapan? Bagaimana? Mengapa? Semua ini mudah ketika kita duduk dalam meditasi.



KEBUTUHAN AKAN SEORANG GURU



“Di dalam spiritualiti kita butuh seorang guru melebih segala sesuatu

karena Dialah sistem yang hidup !

Kekuasaannya adalah kekuasaan yang hidup !

Pertumbuhannya adalah sebuah pertumbuhan yang hidup yang kita imbangi

dengan pertumbuhan kita sendiri.

Jadi spiritualiti adalah sebuah proses. Adalah sebuah metode pelatihan.

Ini adalah sebuah jalan kehidupan.

Dan ini membawa kita kepada apa yang Master namakan Kenyataan.

Kemudian kamu bejalan terus menerus.

Kenyataan membawa kepada kebahagiaan.”

Meditasi Sufi

Sasaran dan maksud Muraqabah/Meditasi/Rabita Sharif adalah untuk memperaragakan kehadiran terus-menerus ke dalam realitas Shaykh. Semakin seseorang memelihara pelatihan ini, semakin terungkapkan manfa’atnya dalam kehidupan sehari-harinya sampai pada titik dia
mencapai tataran nihil dalam hadhirat Shaykh. Orang harus tahu betul bahwa Shaykh adalah jembatan antara (dunia) ilusi dan benar (nyata = realitas) dan dia berada di dunia ini hanya untuk tujuan itulah. Jadi Shaykh adalah seutas tali (tambang) khas yang diulurkan kepada siapapun yang mencari kebebasan (dari ilusi), karena hanya dia yang dapat memberikan layanan sebagai penghubung (link) antara seseorang yang masih terikat kepada dunia ini dan Hadhirat Ilahi. Agar menjadi nihil dihadapan dan keberadaan Shaykh adalah menjadi nihil dalam kenyataan, dalam Hadhirat Ilahi, karena memang sesungguhnya disitulah dia berada.
Langkah1
Bayangkan dirimu berada di hadapan Shaykh. Sampaikam salammu. Tutup matamu. Pandanglah melalui Mata Jantung. Jangan mencari wujud muka, hanya Auranya saja, ruhaniah.
Sebagai awal murid dapat memulai praktek Muraqabah ini untuk jangka waktu pendek dari 5 sampai 15 menit, dan secara bertahap menjalaninya menuju jangka waktu yang lebih panjang, bahkan merentang sampai berjam-jam sekali sessi. Yang terpenting adalah bahwa seseorang
mempertahankan sebuah praktik yang ta’at azas (consistent) untuk mendapatkan manfa’at praktid. Adalah berlipat kali lebih baik dan bijaksana untuk bertahap pada sessi yang pendek secara harian daripada disiplin dan praktek yang acak. Sebuah upaya kecil yang dilakukan secara taat azas akan menghasilkan kemajuan luar biasa dalam waktu (keseluruhan) yang singkat.
Mengulang wudhu dan shalat 2 rakaat.
3x Shahada [ Kalimatu shahada (3 kali): Ashhadu an la ilaha illa-lah, wa ashhadu anna Muhammadan rasulu-lah]
100-200x Istighfar [Astaghfirul lahal ‘Atheem wa atubu ilayh ]
3x Surah Ikhlas [Qul hu Allah hu Ahad Allah hu Samad Lam yalid wal lam
ulad wa lam lakon la hul kofuone ahad ]
Fatiha (baca fatiha)]
Minimum 200x mencari dukungan dan kehadiran Mawlana Shaykh (Q): “Madad ya Sayyidi, Madadul-Haq” mengulang Dhikr.

Langkah 2
Mata tertutup; mohon izin untuk menyambung cahaya (nur) beliau kepada jantungmu dan cahaya (nur) mu kepada jantung beliau. Bayangkan sebuah kontak dua arah dan kemudian, baca award di atas. Ketika seseorang duduk bermeditasi dan menutup matanya, orang itu memfokuskan pikirannya pada satu titik tunggal. Dalam hal ini titik itu biasanya adalah konsep dari mentor spiritualnya, yaitu : dia mem-fokuskan seluruh kemampuan kesaksiannya memikirkan dengan konsentrasi penuh tentang guru spiritual nya, agar supaya mendapatkan
gambaran (image) mentor nya pada layar mental, selama dia masih berada dalam status meditasi itu. Sifat (properties), karakteristik dan potensi yang terkait dengan sebuah gambaran (image) juga dipindahkan pada layar pikiran ketika gambaran (image) itu terbentuk pada layar mental dan pikiran menerimanya sesuai dengan itu. Sebagai contoh, seseorang sedang memperhatikan api. Ketika gambaran (image) api itu dipindahlan kepada layar pikiran, suhu dan panas api itu terekam oleh pikiran. Seseorang yang hadir dalam sebuah taman menikmati kesegaran dan kesejukan pepohonan dan tanaman dalam taman itu untuk menciptakan gambaran itu semua pada layar pikirannya. Begitu juga ketika gambaran mentor spiritual dipindahkan pada layar pikiran, Ilmu yang Dihadirkan (the Presented Knowledge) yang beroperasi dalam diri guru spiritual, juga ikut dipindahkan dengan gambaran itu dan pikiran murid secara bertahap menyerap (assimilates) hal yang sama.

Langkah 3
Duduk bersimpuh, yang rapi, tetap bersimpuh, mata tertutup, tangan di tempat, mulut tertutup, lidah ditekuk ke atas, napas terkendali, kuping mendengar Quran, Salawat atau suara sendu. Ruang gelap Meditasi, memikirkan tentang mentor spiritual, sebuah upaya untuk memfokuskan dengan konsentrasi pikiran kita kepada seseorang, sehingga image nya dapat dipantulkan secara berulang pada layar pikiran kita, (maka) kita terbebaskan dari keterbatasan indera. Makin sering sebutir pikiran di tayangkan pada layar mental, makin jelas pula formasi (pembentukan) sebuah pola dalam pikiran itu. Dan, pola pikiran demikian ini, dalam istilah spiritualitas, disebut ’pendekatan pikiran. Ketika kita membayangkan mentor spiritual atau ’Shaykh’, sebagai sebuah hal dari hukum eternal, ilmu Elohistic Attributes yang beroperasi dalam Shaykh dipantulkan pada pikiran kita dengan ulangan yang berkali-kali menghasilkan pencerahan pikiran dari murid dengan cahaya nur yang berfungsi dalam diri Shaykh dan dilimpahkan kepadanya. Pencerahan jantung murid berusaha mencapai tataran atau tahap Shaykhnya. DalamSufism, keadaan ini disebut ’Kedekatan’ (nisbat). Cara terbaik dan telah teruji untuk menikmati kedekatan, menurut spiritualitas, adalah hasrat kerinduan dari cinta. Pikiran Shaykh terus menerus mengirimkan (transfer) kepada murid spiritualnya sesuai dengan kobaran cinta dan rindu akan Shaykh, yang mengalir di dalam diri murid dan ada datang satu saat ketika cahaya nur beroperasi dalam diri Shaikh yang sesungguhnya adalah pantulan Tampilan Indah Ilahi yang dipindahkan kepada murid spiritual itu. Hal ini memungkinkan murid spiritual untuk membiasakan diri dengan Cahaya
Gemilang dan Tampilan Indah. Keadaan ini, dalam istilah sufism, disebut ’ Menyatu dengan Shaykh’ (Fana fi Shaikh). Cahaya Shaikh dan Tampilan Indah gemilang yang beroperasi dalam diri Shaykh bukanlah ciri pribadi Shaykh. Sebagaimana halnya murid spiritual, yang dengan perhatian dan konsentrasi penuh dedikasi, menyerap (assimilasi) ilmu dan ciri khas Shaykhnya, maka Shaykh juga menyerap ilmu dan busana (ciri = attributes) Nabi (s.a.w.) dengan perhatian dan konsentrasi penuh dedikasi pikiran.
Langkah 3a
Posisi duduk : Posisi Teratai (yoga Lotus) adalah oke, Wudu Ritual Wudhu adalah kunci sukses. Kapal Nabi Nuh a.s. melawan banjir kebodohan (cuek). Kebersihan adalah dekat dengan iman (ilahiah). Ingat bahwa bukanlah saya yang menghitung bahwa saya adalah bukan apa-apa, saya dan aku harus melebur kedaalm dia. Shaykh ku, Rasul ku , menggiring kepada Rabb ku..
Dhikr dengan penolakan (laa ilaha) dan pembenaran (illa  Allah), dalam tradisi Shaykh Naqshbandi, mensyratkan bahwa murid (sang pejalan) menutup matanya, menutup mulutnya, menekan giginya, melekatkan lidahnya ke langit-langit mulutnya, dan menahan (mengatur) napasnya. Dia harus membaca dhikr itu melalui jantungnya, dengan penolakan dan pembenaran, memulainya dengan kata LAA ("Tidak"). Dia mengangkat "Tidak" ini dari titik (dua jari) di bawah pusar kepada otaknya. Ketika mencapai otaknya kata "Tidak" mengeluarkan kata ILAHA ("sesembahan"), bergerak dari otaknya ke bahu Kanan, dan kemudian ke bahu Kiri di mana dia menabrak jantungnya dengan ILALLAH ("kecuali Allah"). Ketika kata itu mengenai jantungnya energi dan panasnya menjalar/ memancar ke sekujur tubuhnya. Sang pejalan yang telah menyangkal semua yang berada di dunia ini dengan kata-kata LAA ILAHA, membenarkan dengan kata-kata ILLALLAH bahwa semua yang ada telah dilenyapkan di Hadhirat Ilahi.
Langkah 3b
Posisi Mulut dan Lidah Menutup matanya, Menutup mulutnya, Menekan giginya, Melekatkan lidahnya pada langit-langit mulutnya, dan menahan napas. { dari saat-ke-saat untukmemperlambat napas dan getaran jantungnya.} Tangan membawa rahasia yang dahsyat, mereka itu seperti parabola satelit (antene) mu, pastikan bahwa mereka itu bersih dan berada dalam posisi yang semestinya. Jadi ketika kamu memulai dengan tangnmu itu, menggosok-gosoknya, ketika mencucinya dan menggosok gosoknya untuk mengaktifkan mereka, itu adalah tanda dari (angka) 1 dan (angka) 0, dan kamu sedang mengaktifkan proses kode yang diberikan Allah melalui tangan itu. Kamu mengaktifkan mereka.Mereka memiliki titik sembilan peluru (bullet?) yang terdiri dari keseluruhan sistem, seluruh tubuh. Ketika engkau menggosok jari-jari itu, engkau sesungguhnya mengaktifkan 99 asma-ul’husna Allah. b) Dengan mengaktifkan mereka engkau mengaktifkan 9 titik dalam tubuhmu.
c) Dan ketika mengaktifkan mereka, itu adalah seperti menghidupkan penerima (pada rqadio/tv), energi mengalir masuk, itu mulai berfungsi untuk dapat menerima, memecahnya dalam bentuk kode digital yang dipancarkan keluar seperti gambar atau suara sebagaimana kita kenal di zaman ini (radio dan tv).
d) Demikian juga halnya dengan tangan yang saling mengelilingi, itulah mengapa ketika kita menggosok-gosokkan dan membuka mereka, mereka mulai bertindak seperti lingkaran satu terhadap lainnya, menampung apapun energi yang datang, dan mereka ini mengkelolanya . Lihatlah pada bagian Rahasia Tangan
Langkah 4
Posisi Tangan :
Jempol dan telunjuk memperagakan posisi "Allah Hu" untuk kuasa/kekuatan terbesar. Tangan diberi kode dengan kode angka, tangan kanan "18", tangan kiri "81" masing-masing dijumlahkan keduanya menjadi 9 dan dua 9 menjadi 99 . Tangan diberi karakter dengan asmaul
’husna Allah. Dan nama ke 99 dari Rasul adalah Mustafa..
(lebih banyak lagi di depan)…..
Bernapas dengan Sadar ("Hosh dar dam")

Hosh artinya "pikiran." Dar artinya "dalam." Dam artinya "Napas." Itu artinya, menurut Mawlana Abdul Khaliq al-Ghujdawani (q), bahwa " Missi paling penting bagi pejalan dalam thariqat ini adalah menjaga napasnya, dan dia yang tidak dapat menjaga napasnya, akan dikatakan tentang orang itu, ’dia telah tersesat/kehilangan dirinya.’"
Shah Naqshband (q) berkata, "Thareqat ini dibangun di atas (dengan pondasi) napas. Jadi adalah sebuah keharusan untuk semua orang menjaga napasnya dikala menghisap dan membuang napas, dan selanjutnya untuk menjaga napasnya dalam jangka waktu antara menghisap dan membuang napasnya."
"Dhikr mengalir dalam tubuh setiap makhluq hidup oleh keharusan (kebutuhan) napas mereka – bahkan tanpa kehendak – sebagai sebuah tanda/peragaan ketaatan, yang adalah bagian dari penciptaan mereka.
Melalui napas mereka, bunyi huruf "Ha" dari Nama Ilahiah Allah dibuat dengan setiap membuang dan menghisap napas dan itu adalah sebuah tanda dari Jati Diri (Dzat) Gaib yang berfungsi untuk menekankan Kekhasan Allahu Shamad. Maka adalah penting untuk hadir dengan napas seperti itu, agar supaya menyadari (merasakan) Jati Diri (Dzat) Maha Pencipta."
Nama ’Allah’ yang meliputi sembilan puluh sembilan asma-ul’husna terdiri atas empat huruf, Alif, Lam, Lam dan Hah yang sama –dengan suara napas - (ALLAH). Masyarakat Sufism mengatakan bahwa Dzat Allah SWT yang paling gaib mutlak dinyatakan oleh huruf terakhir itu yang dibunyikan dengan vokal Alif, "Ha." Ini mewakili Gaib Absolut Dzat Nya Allah SWT.
Memelihara napasmu dari kelalaian akan membawa mu kepada Hadhirat sempurna, dan Hadhirat sempurna akan membawamu kepada Penampakan (Visi) sempurna , dan Penampakan sempurna akan membawamu kepada Hadhirat (Manifestasi) asma-ul’husna Allah yang sempurna. Allah membimbingmu kepada Hadhirat asma-ul’husna Nya, karena dikatakan
bahwa, " Asma Allah adalah sebanyak napas makhluq." Hendaknya diketahui oleh semua orang bahwa melindungi napas terhadap kelalaian sungguh sukar bagi para pejalan. Maka mereka harus menjaga nya dengan memohon ampunan (istighfar) karena memohon ampunan akan membersihkannya dan mensucikannya dan mempersiapkan sang pejalan untuk (menjumpai) Hadhirat Benar (Haqqu) Allah dimana-mana.
Langkah 5 
Bernapas, Menghirup melalui hidung - Dhikr = "Hu Allah", bayangkan cahaya putih memasuki tubuh melalui perut. Menghembus – melalui hidung - Dhikr= "Hu", bayangkan   hitamnya carbon monoxide adalah semua perbuatan dosamu dikuras / didorong keluar dari dirimu. "pejalan bijak
harus menjaga napasnya dari kelalaian, seiring dengan masuk dan keluar nya napas, dengan
demikian menjaga jantung nya selalu dalam Hadhirat Ilahi; ; dan dia harus menghidupkan
napasnya dengan ibadah dan pengabdian dan mempersembahkankan pengabdiannya itu kepada Rabb nya dengan segenap hidupnya, karena setiap napas yang dihisap dan dihembuskan dengan Hadhirat adalah hidup dan tersambung dengan Hadhirat Ilahi.
Setiap napas yang dihisap dan dihembuskan dengan kelalaian (cuek) adalah mati, terputus dari Hadhirat Ilahi."
Untuk mendaki gunung,sang pejalan harus melintasi dari dunia Bawah menuju Hadhirat Ilahi. Dia harus melintasi dari dunia ego keberadaan sensual (sensasi) menuju kesadaran jiwa terhadap Al Haqqu..
Untuk membuat kemajuan dalam perjalanan ini, sang pejalan harus membawa ke dalam jantungnya gambaran Shaykh nya(tasawwur), karena itu adalah cara paling kuat untuk melepaskan diri dari cengkeraman sensual (sensasi) nya. Shaykh menjadi, dalam jantungnya, cermin dari Dzat Absolute. Jika dia berhasil, kondisi penisbian diri (ghayba) atau "absensi" dari dunia sensasi, muncul dalam dirinya. Sampai kepada tahap bahwa keadaan ini menguat dalam dirinya, (dan) keterikatannya kepada dunia sensasi melemah dan menghilang, dan fajar dari Level Hilang Mutlak Tidak Merasa Selain Allah mulai menyinari dirinya.
Derajat tertinggi maqam ini disebut fana'. Demikianlah Shah Naqshband (q) berkata :
"Jalan terpendek kepada sasaran kita, yaitu Allah SWT mengangkat tabir dari Dzat Wajah Nya Yang Ahad yang berada dalam semua makhluq ciptaan Nya. Dia melakukan itu dengan (melalui) maqam ghayba dan fana', sampai Dzat Agung (Majestic Essence) menyelimutinya dan
menghilangkan (melenyapkan) kesadarannya akan segala sesuatu selain Dia. Inilah akhir perjalanan untuk mencari Allah dan awal dari perjalanan lainnya."
"Pada akhir Perjalanan Pencarian dan Level Ketertarikan datanglah Level Perendahan Diri dan Penihilan. Sasaran ini adalah untuk segenap ummat manusia sebagaimana disebut Allah dalam al Qur’an: ’Aku tidak menciptakan Jinn dan Manusia kecuali untuk beribadah kepada Ku.’ Beribadah disini berarti Ilmu Sempurna (Macrifat)."
Langkah 6 
Memakai (membawa) busana Shaykh : 3 tahap perjuangan yang berkesinambungan Memelihara Cinta Nya {Muhabat}, Memelihara Kehadiran Nya { Hudur} Melaksanakan Kehendak Nya atas diri kita { Annihilasi atau Fana}.
Kita memiliki cinta kepada Nya, jadikini pakailah (kenakanlah) Cahaya Nya dan selanjutnya
bayangkan segala sesuatunya dari titik (sudut) ini, dengan busana yang kita kenakan itu. Ini
adalah penopang hidup (life support) kita. Kamu tidak boleh makan, minum, shalat,dhikr atau
melakukan apapun tanpa membayangkan Bayangan Shaykhs pada kita. Cinta ini akan menyatu dengan Hadhirat Ilahi, dan ini akan membuka pintu Penihilan ke dalam Nya. Semakin seseorang menjaga ingatan untuk mengenakan busana dengan dia (Shaykh) semakin meningkatlah proses Penihilan itu berlangsung. Kemudian penuntun (guide) itu akan meninggalkan (menihil diri) dirimu di hadirat Rasul Allah Sayedena Muhammad {s.a.w.}. Dimana sekali lagi kamu akan menjaga cinta (kepada) Rasul {Muhabat}, menjaga Hadirat nya
{ Hudur}. Laksanakan kehendaknya atas diri kita {Penihilan atau Fana}. Fana fi Ma Shaykh , RasulAllah, Allah..
Penihilan Fana
Dalam keadaan spirit murid menyatu dengan spirit Shaykhnya kemampuan Shaykh akan diaktifkan dalam diri muridnya, karena itu Shaikh menikmati kedekatan Nabi (s.a.w.). Dalam situasi ini, dalam istilah sufism, disebut ‘Penyatuan dengan Rasul’ (Fana fir Rasul). Ini adalah pernyataan Nabi (s.a.w.), "Saya seorang manusia seperti kamu, namun saya menerima ilham
(revelation)’. Jika pernyataan ini dicermati, didapatlah bahwa kemuliaan (exaltation) Nabi terakhir ini adalah bahwa dia menerima Ilham (Revelations) dari Allah, SWT, yang mencerminkan Ilm-e-ladduni; ilmu yang diilhamkan langsung oleh Allah, Pandangan Cantik (Beatific Visions) Allah dan Cahaya Gemilang kepada Jantung Nabi s.a.w..
Dalam keadaan ’Penyatuan dengan Nabi s.a.w.’ seorang murid karena emosinya, kerinduannya dan cintanya secara sedikit demi sedikit, langkah demi langkah, berassimilasi dan mengenali ilmu Nabi Suci s.a.w..
Kemudian datanglah saat paling berharga (yang ditunggu-tunggu) ketika ilmu dan pelajaran dipindahkan (transferred) dari Nabi Suci s.a.w kepadanya sesuai dengan kapasitas nya..
Murid itu menyerap karakter Nabi Suci s.a.w. sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya dan karena kedekatannya dengan Nabi Suci s.a.w. dan dukungannya dia dapat mencapai keadaan ketika dia mengenali Rabbil ‘Alamin, ketika Dia menguraikan dalam al Qur’an, ‘Ya, sesungguhnya Engkau adalah Rabbi!. Kedekatan ini, dalam sufism, disebut Penyatuan dengan Allah’ (Fana fi-lah) atau singkatnya wahdat. Setelah itu, jika seseorang dikaruniai dengan kemampuan, dia akan membuat explorasi di daerah yang tentangnya cerita (narrasi) tidak lagi memiliki kata-kata untuk menjelaskan nya , karena kepekaan dan kehalusan (situasi) nya.
Langkah 7 
Menjadi sesuatu yang tidak ada, kendaraan sebening kristal untuk siapapun yang ingin mengisi keberadaanmu dari Allah Malikul Mulk. Dalam keadaan ’Penyatuan dengan Nabi Suci’ seorang
murid karena emosinya, kerinduannya dan cintanya secara bertahap, langkah demi langkah, berassimilasi dan mengenali  ilmu dari Nabi Suci s.a.w..


Sumber : www.nurmuhammad.com

Astaghfirullah

asma ul husna

KEAJAIBAN PERNAPASAN 1 4

MEDITASI - Manfaat & Teknik Asas Meditasi

KHUSYUK SAAT MENUNAIKAN SHALAT




Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah saw, dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan ang berhak disembah dengan sebenarnya kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya, dan aku ersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Wa Ba’du: Allah swt berfirman:

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman  (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya”. Al-Mu’minun: 1-2

Setelah Allah menyebutkan sebagian sifat-sifat mereka, kamudian Dia menyebutkan balasan mereka:
َ
Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. QS. Al-Mu’minun: 9-10 Al-Hasanul Bashri rahimhullah berkata tentang firman Allah swt:

 (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya”.

Dia berkata: Mereka khusyu’ di dalam hati mereka, maka mereka menundukkan pandangan mereka dan bersikap merendah”.

Ibnul Qoyyim berkata: Allah menggantungkan kemenangan orang-orang yang shalat dengan kekhusyu’an mereka dalam menjalankan ibadah shalat, maka hal ini menunjukkan bahwa orang yang tidak khusyu’ dalam
menjalankan ibadah shalat maka dia tidak termasuk orang yang beruntung dan seandainya dia mengharapkan pahalanya niscaya dirinya termasuk orang-orang yang beruntung”.

 Makna khusyu’ adalah ketundukan, kelembutan dan ketenangan hati. Dan apabila hati merasakan kekhusyu’an tersebut maka anggota badanpun mengikutinya. Sebab angaota badan ini mengikuti perintah hati. Dari Nu’man bin Basyir ra bahwa Nabi saw bersabda:  Ketahuilah sesungguhnya di dalam badan ini terdapat segumpal daging yang apabila dia baik maka baiklah seluruh jasad dan apabila rusak maka rusaklah
seluruh bagaian jasad, ketahuilah bahwa itulah hati”.

Oleh karena itulah Nabi saw berkata di dalam shalat beliau: Pendengaran, pengelihatan, otak, tulang dan uratku khusyu’ kepadaku”.

Dari Auf bin Malik ra berkata: Pada saat kami duduk-duduk di sisi Nabi
sawpada suatu hari kemudian beliau memandang ke langit dan bersabda:
Inilah waktu diangaktnya ilmu”, lalu seorang dari kaum Anshor bernama:
Ziad bin Labid berkata kepadanya: Apakah ilmu itu akan ternagkat padahal
kami di tengah-tengah kita ada AlQur’an dan kami telah mengajarkannya
kepada anak-anak kita dan istri-istri kita wahai Rasulullah?. Rasulullah
saw bersabda: “Aku memperkirakan engkau sebagai penduduk kota
Madinah yang paling paham terhadap agama”. Kemudian beliau menyebut
kesesatan dua ahli kitab padahal mereka memiliki kitab Allah Azza Wa
Jalla. Lalu Jubair bin Nufair bertemu dengan Syaddad bin Aus di mushalla
lalu memberitahukn hadits ini dari riwayat Auf bin Malik, lalu dia berkata:
Sungguh Auf benar-benar jujur”. Kemudian dia bertanya kembali: Apakah
engkau mengetahui bagaimanakah ilmu itu terangkat?: Dia menjawab: Aku
tidak mengetahui. Dia menjawab: yaitu dengan kepergian wadah-wadahnya.
Lalu bertanya kemballi apakah engkau mengetahui ilmu apakah yang paling
pertama terangakat?. Dia melnajutkan: Berkata: Aku tidak mengetahui. Dia
menjawab: Kekhusyu’an, sehingga hamper saja engkau  tidak melihat
seorangpun yang khusyu’”.
5
 Apabila seseorang yang menjalankan shalat memasuki mesjid maka
mulailah  bisikan-bisikan, pikiran-pikiran dan kesibukan dengna perkara
dunia merasuki akal fikrannya dan dia tidak menyadari dirinya dalam
beribadah kecuali setelah imam selesai dengan shalatnya, maka apda saat
                                               
3
 Shahih Bukhari: 1/234 nno: 52 dan shahih Muslim: 3/1220 no: 1599
4
 Bagian dari hadits di dalam shahih Muslim: 1/53 no: 771
5
 Musnad Imam Ahmad: 6/26-27 5
itulah dia merugi dengan shalatnya yang tidak dikerjakan secara khusyu’
dan tidak pula merasakan manisnya beribadah, dia hanya gerakan-gerakan
yang komat-kamit mulut sama seperti jasad yang hampa dari ruh.
 Ibnul Qoyyim raohimahullah berkata: Shalat tanpa kekhusyu’an dan
kehadiran hati sama dengan jasad yang mati tanpa ruh, apakah seorang
hamba tidak malu jika dia menghadiahkan kepada orang lain sosok tubuh
yang telah membangkaia atau seorang budak wanita yang telah mati? Aku
tidak mengira bahwa hadiah ini akan memberikan nilai penghargaan bagi
hamba dari orang yang ditujunya baik raja atau gubernur atau yang
setingkat dengannya. Seperti inilah shalat yang hampa dari rasa khusyu’
dan kehadiran hati serta semangat pengbadian kepada Allah, sama seperti
hamba atau budak wanita yang mati yang akan dipersembahkan kepada
raja, maka Allah pasti tidak menerimanya sekalipun  perbuatan itu
menggugurkan kewajiban hukum duniwai, dan Allah tidak akan
memberikan pahala dengannya, sebab sesungguhnya seorang hamba tidak
akan mendapatkan pahala dari shalatnya kecuali ibadah yang dikerjakan
secar khusyu’.
6
Sebagian mereka berkata: Sesungguhnya dua orang lelaki berada dalam
suatu shalat namun keduanya berada dalam perbedaan  yang sangat jauh
sama seperti jauhnya langit dan bumi”.
7
Dari Ammar bin Yasir ra bahwa Nabi saw bersabda: bahwa sungguh
seseorang selesai menunaikan shalatnya namun dia tidak mendapatkan
pahala dari shalatnya itu kecuali sepersepuluhnya, atau sepersembilannya,
atau seperdelapannya, atau sepertujuhnya, atau seperenamnya,
seperlimanya, seperempatnya, sepertiganya, setengahnya”.
8
Kekhusyu’an dalam shalat akan terjadi pada orang yang mengkhususkan
hatinya untuk shalat tersebut, hatinya tertuju kepadanya bukan kepada
yang lain dia lebih mengutamakannya atas urusan yang lain, pada saat
seperti itulah shalat menajdi penyejuk mata. Dari Anas ra bahwa Nabi saw
                                               
6
 Al-Wabilus Shayyib minal kalimit tahayyib:  halaman: 11
7
 Madrijus salikin: 1/567
8
 Sunan Abi Dawud: 1/211 no: 796 6
bersabda: Diberikan kepadaku dari perkara dunia adalah senang kepada
wanita dan minyak wangi dan ketentraman ada pada shalatku”.
9
Bahkan jika Nabi saw ditimpa kesusahan oleh sautu perkara maka beliau
mendirikan shalat dan beliau saw bersabda: Bangkitlah wahai Bilal dan
tenangkanlah kita dengan shalat”.
10
Di antara kiat-kiat agar seseorang khusyu’ dalam shalatnya adalah:
Pertama: Sesorang muslim harus menghadirkan keagungan Allah swt pada
saat shalatnya tersebut, dia berdiri di hadapan Penakluk langit dan bumi.
Allah swt berfirman:

Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari
kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya Maha Suci Tuhan dan
Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. QS. Al-Zumar: 67
Kedua: Seorang muslim harus melihat ke arah tempat sujudnya dan tidak
menoleh kea rah manapun saat shalatnya.
Dari ABI Dzar ra bahwa sesungguhnya Nabi saw bersabda: Allah senantiasa
menghadap kepada hambaNya pada saat dirinya mendirikan shalat selama
dia tidak menoleh, maka apabila dia memalingkan wajahnya maka Allahpun berpaling darinya”.
11
Ketiga: Mentadabburi Al-Qur’an dan zikir-zikir yang dibacanya saat shalat.
Allah swt berfirman:

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an ataukah hati mereka terkunci? QS. Muhammad: 24
                                               
9
 Sunan Al-Nasa’i: 7/61 no: 3939
10
 Sunan Abu Dawud: 4/297 no: 4986
11
 Musnad Imam Ahmad: 5/172 7
Apabila seorang muslim mentadabburi zikir-zikir pada saat dia ruku’, sujud
dan yang lainnya maka hal itu akan lebih berpengaruh bagi hati dan lebih
cepat mendatangkan kekhusyu’an.
Keempat: Mengingat kematian saat shalat. Dari Abi Ayyub ra bahwa Nabi
saw bersabda: Apabila engkau mendirikan shalat maka maka shalatlah
seperti shalatnya orang yang akan berpisah”.
12
Kelima: Hendaklah seorang muslim mempersiapkan dirinya untuk shalat,
jangan sampai dia shalat dalam keadaan menahan sakit perut atau
menahan kencing atau shalat di hadapan makanan yang terhidang. Nabi
saw bersabda: Tidak boleh shalat di hadapan makanan dan tidak pula boleh
shalat saat dia menahan dua hal yang buruk (menahan kencing dan buang
air besar)”.
13
Dan hendaklah pula dia menghilangkan segala sesuatu yang bisa
menyebabkan dirinya lalai dari shalatnya seperti hiasan-hiasan, gambargambar dan yang sepertinya. Dari Aisayh ra berkata: Rasulullah saw shalat
mengenakan pakian jenis khomishah yang memiliki garis-garis lalu saat
shalat beliau melirik kepada garis-garis yang ada padanya maka Nabi saw
bersabda: Kembalikanlah kain khomisah ini kepada Abi Jahm bin Hudzaifah
dan berikanlah kepadaku kain jenis anbijani sesungguhnya dia tadi telah
melalaikanku dalam sholatku”.
14
Keenam: Berusaha mengarahkan jiwa agar dia bisa khusyu’ dalam sholat.
Khusyu’ bukan perkara yang mudah maka seseorang mesti harus bersabar
dan berusaha. Allah swt berfirman:
َ
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar
akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya
Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat  baik. QS. Al-Ankabut:
69
Usaha yang terus menerus dan kesungguh-sungguhan akan mempermudah
orang mendapatkan kekhusyu’an.
                                               
12
 Bagian dari hadits di dalam Musnad Imam Ahmad: 5/412
13
 Shahih Muslim: 1/393 no: 560
14
 Shahih Bukhari: 1/141 no: 373 dan shahih Muslim: 1/391 no: 556 8
Ketujuh: Menghadirkan di dalam jiwa pahala yang akan didapatkan oleh
orang yang khusyu’ di dalam shalat. Dari Utsaman ra bahwa Nabi saw
bersabda: Tidaklah seorang muslim yang di datangi oleh shalat yang wajib,
kemudian dia baik dalam melaksanakan wudhu’, menhadirkan
kekhusyu’an dan ruku’  maka dia akan menjadi penghapus bagi dosa-dosa
yang telah dikerjakan sebelumnya, selama dia tidak pernah berbuat dosadosa besar dan hal itu terjadi selama sepanjang masa”.
15
Dan Nabi saw adalah orang yang paling banyak khusyu’nya di dalam shalat.
Abdullah bin Al-Syikkhir berkata: Aku melihat Nabi saw mendirikan shalat
dan di dalam dada beliau terdengar isak tangis seperti suara gesekan
penggiling tepung karena menangis”.
16
Dan Abu Bakr adalah seorang lelaki yang banyak menangis dikala shalat
17
sehingga dia tidak bisa memperdengarkan suara bacaannya pada saat
sholat mengimami orang. Dan Umar ra, pada saat dia  mengimami orang
dalam shalatnya dan membaca surat Yusuf maka isak tangisnya terdengar
sampai pada akhir saf dan dia membaca:

Dan Yakub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata: "Aduhai duka citaku terhadap Yusuf", dan kedua matanya menjadi putih karena
kesedihan dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap
anak-anaknya). QS. Yusuf: 84.
18
Ibnul Qoyyim rahimhullah berkata: Manusia di dalam  masalah shlata
terbagi menjadi beberapa tingkatan:
Pertama: Tingkatan  orang yang zalim terhadap dirinya sendiri dan lalai
dengan shalatnya. Dialah orang yang shalat dengan wudhu’ yang tidak
sempurna, shalat tidak pada  waktunya, batas-batasnya dan tidak
menyempurnakan rukun-rukunnya.
Kedua: Orng yang semata-mata menjaga waktu, batas-batas shalat dan
rukun-rukunnya yang lahiriyah dan menjaga waudhu’.  Namun dia tidak
                                               
15
 Shahih Muslim: 1/206 no: 228
16
 Sunan Abu Dawud: 1/238 no: 716
17
 Shahih Bukhari: 1/236 no: 716
18
 Shahih Bukhari: 1/236  9
berusaha melawan bisikan-bisikan  maka dia terhanyut dalam bisikanbisikan dan pikiran-pikirannya di dalam shalat.
Ketiga: Barangsiapa yang menjaga batas-batas shalat dan rukun-rukunnya,
dan bersungguh-sungguh mengarahkannya jiwanya dalam melawan
bisikan-bisikan dan fikiran-fikiran yang menggoda di dalam shalatnya,
maka dengan hal tersebut sesungguhnya dia telah menyibukkan dirinya
dalam menghadapi musuhnya agar musuhnya itu tidak mencuri shalatnya,
maka dengan seperti ini dia berada dalam sholat dan jihad.
Keempat:Orang yang apabila bangkit menunaikan shalat maka dia
menyempurnakan hak-hak, rukun-rukun dan aturan-atauran shalat,
hatinya dikerahkan untuk menjaga tuntutan-tuntutan shalat, agar dia tidak
menyia-nyiakan sedikitpun dari ibadah shalatnya, bahkan seluruh potensi
dan semangatanya tercurah untuk menyempurnakan penegakan shalat
sebagaimana mestinya, maka dengan ini sungguh hatinya telah terarah
pada perkara shalat
dan ubudiyahnya kepada Allah swt.
Kelima: Orang yang bangkit menegakkan shalat dengan cara seperti di atas,
bersamaan dengan itu dia hatinya tertumpah di hadapan Allah Azza Wa
Jalla, dia melihat Allah dan menyadari akan pengawasan Allah, hatinya
cinta kepadaNya dan mengagungkanNya sekan dia melihat Allah, semua
bisikan dan lintasan-lintasan pikirante telah terhapus, telah terangkat
dinding antara dirinya dan TuhanNya, maka orang yang seperti ini di dalam
perkara shalat lebih utama dan lebih agung dari pada jarak yang
memisahkan langit dan bumi, orang yang seperti ini  sedang sibuk dengan
bermunajat kepada Tuhannya swt di dalam shalatnya.
Golongan pertama akan disiksa, golongan kedua akan dihisab, golongan ke
tiga menghapuskan keajiban, golongan keempat diberi pahala, dan golongan
ke lima mendekat kepada  Tuhannya, sebab dia termsuk golongan orang
yang menjadikan shalat sebagai perlipur lara bagi hatinya, maka
barangsiapa yang hatinya senang dengan shalatnya di dunia maka dia akan
senang dengan kedekatannya kepada Allah pada hari kiamat kelak, dan dia
juga akan senang di dunia, dan barangsiapa yang hatinya senang dengan
Allah maka setiap mata akan senang dengannya namun barangsiapa yang 10
hatinya tidak senang dengan Allah swt maka jiwanya  akan tercerai berai
atas dunia ini dengan berbagai kerugian”.
19
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, shalawat dan salam
kepada Nabi kita Muhammad dan kepada seluruh keluarga dan
shahabatnya.
                                               

 AL-Wabilus Shayyib mnial kalimit thayyib, halaman: 34-35

(islamhouse.com)



ISLAMIC MEDITATION EBOOK